Pengalaman Dirawat Karena Influenza A
Sebelum dinyatakan mengidap influenza A, aku sempat didiagnosa diare oleh dr. Taufan, Sp.PD dari Brawijaya Hospital Depok.
Berdasarkan hasil pemeriksaan darah di laboratorium, diare yang kualami adalah karena infeksi bakteri. Aku mengalami diare selama 3 hari dan memilih tidak dirawat inap.
Namun, 2 hari berikutnya muncul gejala-gejala seperti berikut ini:
Beli Sekarang: Vit D 5000 IU
Ciri-Ciri Influenza A
1. Demam naik turun 37,2° - 38° C
2. Kepala pusing (kliyengan)
3. Batuk berdahak (dapat disertai sesak)
4. Pilek dan hidung tersumbat
5. Lemas dan mudah lelah
6. Nadi atau detak jantung di atas 100 (menandakan adanya infeksi)
7. Menggigil kedinginan
8. Diare (feses encer)
9. Mual-muntah
10. Badan linu dan nyeri
11. Sakit tenggorokan (amandel bengkak)
12. Bersin
Perawatan Influenza A di Rumah Sakit
Disclaimer: aku sedang menyusui dan perawatan bagi setiap pasien dapat berbeda. Ini hanyalah pengalamanku saja dan orang lain dapat berbeda. Jangan menggunakan obat apapun tanpa saran dokter atau ahli medis.
Diagnosa Awal
Aku merasakan demam hingga badan terasa linu dan sakit tenggorokan selama 2 hari dengan intensitas sedang, suhu badanku naik turun.
Dari situ, aku memutuskan untuk pergi ke IGD Brawijaya Hospital Depok.
Setelah melalui tes darah dan swab hidung, aku dinyatakan positif Influenza A oleh dr. Muhammad Arif Rahman (dokter jaga). Dokter Arif menyarankan untuk aku dirawat inap dan diisolasi karena virus influenza A ini sangat cepat menular. Apalagi di rumahku ada anak yang masih bayi.
Selanjutnya, selama rawat inap aku ditangani oleh beberapa dokter di Brawijaya Hospital Depok, di antaranya:
1. Dokter Penyakit Dalam (Internist): dr. Iin Indra, Sp.PD dan dr. Indah, Sp.PD
2. Dokter Jaga: dr. Muhammad Iqbal Rezki dan dr. Dinar Y
Timeline Infeksi Virus Influenza A
Hari 1-3: Dimulai dengan demam kemudian disusul dengan seluruh gejala yang ada pada daftar yang kutulis sebelumnya.
Hari 4: Aku sudah tidak muntah, hanya mual saja. Masih sakit tenggorokan, batuk, pilek, lemas, pusing. Demam masih ada, tetapi hanya sore hari hingga dini hari saja.
Hari 5: Aku pulang ke rumah. Namun, karena aku ternyata ada alergi obat batuk theophylline yang menyebabkan kalium-ku jadi rendah. Aku jadi kembali masuk IGD untuk diberikan tablet KSR penambah kalium, diphenhydramine (obat antialergi), dan infus RL + vitamin B kompleks. Di hari ke 5 ini aku masih merasa lemas dan pusing. Batuk-pilek juga masih ada tapi sudah tidak seberat di hari 1-4.
Hari 6-8: Aku full perawatan di rumah. Batuk-pilek masih ada tapi sudah tidak terlalu sering. selain itu, di siang hari masih suka merasa lemas dan pusing, tapi nafsu makan dan tenaga perlahan sudah mulai pulih.
Obat-obatan Influenza A
Selama di rawat inap, aku diberikan beberapa obat, di antaranya:
1. Infus (Intravena): cairan RL dan asering, infus vitamin, injeksi esomeprazole (obat lambung), infus paracetamol pyrex (obat demam, nyeri dan, pusing)
2. Oral: rhinos (obat pilek), sumagesic (obat pusing dan demam), acetylcysteine (obat batuk), methylprednisolone (obat radang), vometa (obat mual), esomeprazole (obat lambung)
3. Obat luar: cuci hidung 4x sehari dengan cairan infus NaCl
Tonton Vlog Influenza & Tutorial Cuci Hidung di TikTok Suci
For the records, aku sempat diberikan theobron (theophylline) tetapi ada reaksi alergi jadi distop. Selain itu, rhinos dan acetylcysteine juga distop dan diganti dengan silex syrup. Alasannya, karena aku menyusui anakku dan obat-obat tersebut dapat terserap ke dalam ASI.
Pendapat dan Saran Dokter
Menurut dr. Iin Indra, Sp.PD dokter spesialis penyakit dalam Brawijaya Hospital Depok, virus influenza tipe A ini akan mulai berperang dengan imun tubuh di 3 hari pertama. Oleh karena itu, di situlah biasanya pasien merasakan demam tinggi yang naik turun, batuk dengan intensitas sering dan berat, pilek, dsb. Pada saat ini pula pasien sangat berpotensi menularkan ke orang lain melalui udara dan cairan tubuh (droplets). Kemudian di hari 4-7 barulah perlahan tubuh pasien membaik. Yang membantu pemulihan adalah kekuatan imunitas pasien itu sendiri. Pemberian obat antivirus seperti oseltamivir kini sudah tidak disarankan kecuali untuk pasien dengan komorbid atau penyakit bawaan.
Jadi, selama dirawat dan pemulihan aku hanya fokus minum air putih, rajin cuci hidung, dan banyak istirahat. Untuk makanan tidak ada pantangan kecuali pedas (karena mual) dan coklat (karena khawatir memicu batuk).
Tips Bagi Busui yang Kena Influenza A
1. Patuhi protokol kesehatan seperti menggunakan masker, mencuci tangan terutama di hari 1-3
2. Jika anak DBF tetap berikan ASI, karena di dalam ASI terdapat antibodi yang diproduksi sesuai penyakit yang dialami ibu. Namun, bisa juga tambahkan sufor agar nutrisi anak terpenuhi selama ibu sakit. Gunakan masker double saat menyusui bayi dan usahakan jangan batuk atau bersin.
3. Beritahu dokter jika ibu sedang menyusui. Tujuannya agar diberikan obat-obatan yang aman digunakan saat menyusui.
