Pengalaman Demam Berdarah Dengue
Berikut adalah pengalamanku saat pertama kali mengalami demam berdarah dengue. Aku berharap kisahku bisa membantu teman-teman yang mengalami hal yang sama sehingga bisa pulih lebih cepat.

Apa yang dirasakan saat demam berdarah?

 

Setelah 25 tahun hidup di dunia, tahun ini adalah pertama kalinya aku merasakan sakit demam berdarah. Berikut beberapa gejala yang aku rasakan: demam hingga 39,1 derajat celcius, kepala sakit seperti ditusuk jarum, kehilangan keseimbangan, sakit di belakang mata, mual-muntah, timbul bercak merah di badan (bercaknya berbentuk seperti bekas digaruk), badan terasa perih dan pegal. 

 

Semua gejala itu muncul bersamaan, tetapi aku hanya merasakan mual-muntah mulai hari pertama hingga hari ketiga saja. Karena aku selalu sedia Sucralfate dan Lansoprazole sejak hari pertama mulai merasakan mual-muntah. 

 

Pada hari kedua aku juga diberi obat mual oleh dokter melalui suntikan atau injeksi (prosogan dan domperidone), sehingga setelah itu aku merasa jauh lebih baik.

 

Hari ketiga, aku pergi ke laboratorium Prodia untuk tes WIDAL (untuk cek thypus) serta tes NS1 Dengue (untuk cek demam berdarah dengue). Setelah hasil dari laboratorium keluar, hasilnya positif demam berdarah dengue. Aku melihat hasilnya dan trombositku menurun menjadi 131.000 dan tensiku 80/60. Normalnya trombosit adalah 150.000 dan tensi seharusnya 120/80. Jadi, dengan kondisiku yang menurun, sepulang dari laboratorium, aku langsung diinfus dengan ringer lactate. Selama sakit aku habis 7 botol.

 

 

Aku memilih layanan home care di rumah di bawah pengawasan dokter dan selalu ada perawat yang bolak-balik cek kondisiku. Aku memilih tidak opname di rumah sakit, karena tidak mau melewati tahap observasi di IGD dan harus bersama-sama dengan orang sakit lainnya. 

 

Pada hari ketiga itu, aku sudah tidak mual-muntah meskipun aku masih merasa tidak enak makan karena efek antibiotik Levofloxacin. Namun, tetap kupaksakan makan dan minum. 

 

Apa yang dilakukan untuk menaikkan trombosit?

 

Karena sejak hari ketiga aku sudah mulai diinfus, jadi trombositku tidak turun drastis, hanya sampai ke 116.000 saja. Hal itu melegakan, mengingat banyak orang yang menderita demam berdarah dengue dan trombositnya turun hingga puluhan ribu. Tipsnya selalu cek tensi dan juga kirim darah ke laboratorium untuk cek hematologi rutin sampai grafik trombosit naik ke level yang normal.

 

Selain infus, aku juga minum obat herbal bernama Psidii. Bentuknya kapsul dan aku meminumnya 3 kali sehari sebanyak 2 kapsul. Kapsul Psidii adalah kapsul ekstrak daun jambu biji yang mengklaim bisa menambah trombosit. 

 

Aku memilih Psidii dibandingkan angkak, karena sudah ada sertifikasi halal dan juga sesuai dengan saran dokterku. Harganya sekitar IDR 200.000 - IDR 300.000. Beli di tokopedia  atau beli di shopee.

 

psiidi dan madu

 

Selain kapsul Psidii, setiap hari, aku juga minum 3 gelas susu sapi segar, 1 gelas jus jambu/melon, dan air mineral sebanyak 8 gelas.

 

Pasien demam berdarah yang sedang diinfus disarankan tidak banyak bergerak, benar-benar diam dan bedrest. Karena jika pasien banyak bergerak akan memperlambat pemulihan, terutama pemulihan dari demam, tubuh harus banyak diam agar suhu tidak meningkat. Ditambah supaya infus tidak macet dan berfungsi dengan baik karena jika pasien banyak bergerak darah akan naik ke selang infus. 

 

Tak hanya itu, aku juga minum madu-kurma-zaitun merk Al-Jazira. Madu ini rasanya manis dan enak, juga khasiatnya terasa, yaitu aku merasa tidak mual, bisa enak makan, dan tidak kliyengan saat konsumsi madu ini. Madu ini sangat membantu aku merasa lebih baik saat aku sudah lepas infus di hari ke 6. Beli di sini.

 

Apa yang dilakukan saat masa pemulihan?

 

Berpikir positif sangat membantu dalam pemulihan segala jenis penyakit. Jadi, menjaga kondisi mental dalam keadaan baik, sangat mempercepat pemulihanku saat ini. Selama sakitpun, aku tetap melakukan hal-hal yang kusuka seperti mendengarkan musik favoritku, menonton series favoritku, mendengarkan kajian agama, menulis jurnal harian, membaca buku-buku kesukaanku, serta sedikit bekerja because i love working, selama aku sakit sempat ada masalah di pekerjaan, tetapi aku malah melakukannya dengan suka cita. 

 

Dulu, kalau aku sedang sakit flu biasa, rasanya seperti mau meninggal. Hal itu diakibatkan karena keadaan mentalku yang sedang tidak baik-baik saja. Namun, saat ini, padahal aku sakit demam berdarah, tapi aku tetap lewati dengan hati yang suka cita. Hal ini karena keadaan mentalku sekarang sudah jauh lebih baik dari tahun-tahun sebelumnya. Mental health matters.

 

Mandi air hangat dan menyalakan scented candles. Aku sangat suka kegiatan relaksasi. Jadi, selama sakit dan masa recovery, aku mandi air hangat dan menyalakan scented candles dengan wangi kesukaanku. Hal tersebut membantuku lebih merasa nyaman dan bahagia.

 

Melakukan recovery yoga. Setelah bedrest selama 5 hari, aku merasa harus melakukan stretching agar badanku bisa kembali nyaman saat nanti kembali beraktivitas normal. Jadi, aku melakukan yoga dengan bantuan yoga coach dari Noise Peace.

 

Sembuhkan thrombophlebitis dengan heparin sodium. Aku mengalami thrombophlebitis atau memar trauma pascainfus, jadi aku mengolesinya dengan gel heparin sodium. Aku menggunakan gel heparin bernama Oparin. Harganya murah hanya IDR 35.000. Beli di sini.

 

Tidur tepat waktu dan 8 jam. Sakit atau tidak sakit, perkara tidur ini memang tidak bisa diremehkan. Selama sakit aku benar-benar tidur tepat waktu dan 8 jam. Hasilnya sangat membantu pemulihan.

 

error: Content is protected !!