Seni dan Perspektif
Pernahkah kamu berkunjung ke pameran seni dan merasa clueless karena tidak tahu bagaimana harus menginterpretasi sebuah karya seni? Tenang, kamu tidak sendiri!
Di mana Seninya? Tidak Tahu!

Setidaknya satu kali seumur hidup, seseorang pasti pernah memiliki keinginan untuk pergi mengunjungi pameran karya seni di museum. Meskipun, kadang-kadang tujuannya hanya sekadar refreshing, menikmati waktu dan mengabadikan momen bersama teman, pasangan, atau keluarga. Tapi, sebagian dari kita tentu pernah berpikir: bagaimana caranya menikmati karya seni yang dipamerkan dalam museum? Apalagi yang hendak dilihat adalah karya seni dalam bentuk yang abstrak.


Tentu kita tahu, tak semua orang menguasai kritik seni, sehingga sebagian besar orang pasti pernah menyimpan rasa penasaran dalam benaknya ketika berkunjung ke pameran seni, kemudian mulai bertanya-tanya:


Apa yang harus dilakukan seseorang saat melihat lukisan atau patung? 


Aku sudah membaca deskripsi karyanya, tetap tidak paham. Gimana, ya?


Lukisan apa ini? Benda apa itu? Mustahil ini disebut karya seni! Kok bisa?


Bagaimana seorang kurator bisa melihat karya ini sebagai sesuatu yang bernilai?


Coba deh kamu lihat lukisan ini, di mana seninya? 


"Tidak tahu!"


Museum MACAN: Menggugah Pikiran


Jakarta, 30 November 2021 - Aku berkesempatan mengunjungi Museum MACAN (Modern and Contemporary Art in Nusantara) yang berlokasi di wilayah Jakarta Barat.


suciwulanlestary_art museum
Dokumentasi Pribadi - Koleksi Museum MACAN, Jakarta, 30 November 2021

Kunjungan ke museum ini memang bukan yang pertama kali, tetapi kunjunganku kali ini sangat menggugah pikiran. Sejak melangkah masuk ke dalam gedung, aku mulai berpikir keras: kira-kira, apa yang akan kulakukan di dalam nanti? Apakah uang yang kugunakan untuk beli tiket akan worth it jika aku hanya berfoto saja? Karena museum MACAN tampak sedikit berbeda bagi orang awam sepertiku. 


Biasanya aku mengunjungi museum yang berisi benda-benda bersejarah dengan banyak deskripsi panjang di setiap sudutnya sehingga aku bisa dengan mudahnya mempelajari makna atau nilai dari benda yang dipamerkan. Namun, hari itu di museum MACAN, pengunjung disuguhkan dengan berbagai macam koleksi lukisan dan beberapa modern sculptures.


Seperti yang kukatakan tadi, sebagai orang tanpa latar belakang pendidikan seni, aku merasa kehilangan arah (clueless) jika harus berhadapan dengan sebuah lukisan atau sculpture yang bentuknya abstrak, tetapi aku juga memikirkan bagaimana caranya aku bisa menikmati kunjungan ke museum dengan cara yang berbeda, bukan sekadar mengambil foto.


Koleksi Museum MACAN Jakarta, 30 November 2021
Dokumentasi Pribadi - Koleksi Museum MACAN, Jakarta, 30 November 2021


Ini Caraku: Menikmati Seni adalah Perspektif


suciwulanlestary_andywarhol
Dokumentasi Pribadi - Koleksi Museum MACAN, Jakarta, 30 November 2021


Selama berkeliling di pameran, aku sesekali berdiri menatap beberapa lukisan yang ada di sana. Aku memang tidak memahami apa yang kulihat, tetapi aku menerima sesuatu dari apa yang kulihat. Aku merasa bahagia dan bersemangat setelah melihat salah satu lukisan milik Andy Warhol seorang seniman pop-art asal Amerika. Uniknya, aku juga tidak berhenti untuk memandangi setiap lukisan, tetapi hanya di beberapa lukisan saja. Rasanya seperti lukisan-lukisan itu memilihku untuk melihatnya.


Koleksi Museum MACAN Jakarta, 30 November 2021
Dokumentasi Pribadi - Koleksi Museum MACAN, Jakarta, 30 November 2021


Di sela-sela kunjungan itu, aku jadi ingat pembicaraanku dengan salah satu mentor terbaik dalam hidupku:


suciwulanlestary_perspective


Setelah membaca diskusi di atas, mungkin kamu akan bertanya-tanya: Ah, apa hubungannya?

Memang tidak ada hubungannya, tetapi karena mengingat kata kunci: perspektif dalam pembicaraan itu, aku jadi menyadari sesuatu. 


Agar aku bisa menikmati karya seni, aku harus melepaskan keinginanku untuk menilai dan memberi kritik, aku harus melepaskan sudut pandangku, dan melepaskan keingintahuanku.


Dengan begitu, aku bisa menerima apa yang berusaha disampaikan atau diekspresikan oleh seniman dalam karyanya. Ketika aku menatap karya-karya itu, aku merasakan ada sesuatu dalam diriku yang tersentuh. 


Tepat!


Memperhatikan karya seni dengan seksama memengaruhi alam bawah sadarku. Beberapa lukisan, patung, dan instalasi mempengaruhi perasaanku ketika aku memandanginya. Ada lukisan yang membuat hatiku tiba-tiba bersemangat, ada pula instalasi yang membuatku bergidik, patung yang membuatku takjub, serta lukisan yang membuatku merasa iba. 


Koleksi Museum MACAN Jakarta, 30 November 2021
Dokumentasi Pribadi - Koleksi Museum MACAN, Jakarta, 30 November 2021


Aku jadi paham, sebenarnya untuk bisa menikmati karya seni di pameran itu sangat sederhana. Tidak perlu memikirkan bagaimana teorinya (kecuali untuk kebutuhan akademik dan penelitian), tetapi fokus saja kepada apa yang kita rasakan saat memandangnya, maka sekarang aku tidak heran jika para kolektor benda-benda seni bisa memberikan harga yang mahal untuk sebuah karya, padahal bisa saja karya seni itu tampak sederhana atau bahkan tidak menarik di mata orang lain. 


Karena sebenarnya, letak seni atau di mana seninya? adalah pada perspektif masing-masing orang yang kemudian mempengaruhi nilai sentimental sebuah karya seni, serta bagaimana seseorang bisa merasa relate atau terhubung dengan karya yang dilihatnya. Jadi,  menikmati karya seni, bukanlah tentang diri kita, tetapi tentang senimannya. Kita menatap karyanya dan membiarkan seluruh reaksi mengalir, baik itu emosional maupun visceral. 


Seberapa bernilai karya itu? Perspektifmu terhadap karya itulah yang menentukannya. 


Belajar dari Banner Rijkmuseum


Karena aku begitu penasaran, aku sempat mencari referensi mengenai bagaimana cara menikmati karya seni di museum, melalui mesin pencari google. Aku menemukan sebuah foto banner di Rijkmuseum yang bertuliskan:


Waar het in een museum om zou moeten gaan, is niet ons te leren van kunst te gaan houden maar ons te stimuleren mooi te vinden wat kunstenaars mooi vonden.


The main point of museums should not be to teach us how to love art, but to inspire us to love what artists have loved.


Misschien vind je niet alles mooi wat je hier ziet. Het gaat er niet om of iets geweldige kunst is, maar of het werkt voor jou. Wees niet bang om van kunst te verwachten dat het iets voor elkaar krijgt.


You may not like everything on display here. There is no such thing as great art per se, only art that works for you. Don't be afraid to ask that art should make things happen.


Dari kedua kutipan pada banner tersebut kita bisa belajar bahwa kunjungan ke pameran seni bukanlah tentang kita para penikmat karya seni, tetapi tentang apa yang ingin diekspresikan oleh para seniman. Melalui kunjungan ke pameran seni membuat kita belajar tentang memberikan apresiasi, mendengarkan aspirasi, dan menemukan inspirasi dari kisah hidup orang lain. 


Teori Kritik Seni


Aku tidak memiliki latar belakang di bidang seni, tapi kalau kamu masih penasaran dan ingin belajar bagaimana sebenarnya teori untuk kritik seni, atau bagaimana menilai sebuah karya seni dengan objektif. Aku sangat merekomendasikan kamu membaca buku berikut ini: 

IMG_1120 2
error: Content is protected !!